Selasa, 17 April 2012

Tugas Makalah Kelompok 9 " Soft Skill" Kewirausahaan

MAKALAH PENGEMBANGAN USAHA




NAMA KELOMPOK 9 :

1.ARI WAHYU LEKSONO  ( 41210026 )
2.GENDA ADITYA               (42210970  )
3.HARRIS FADHILAH          (43210154  )

KELAS 2 DA02


                                               DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………......i
DAFTAR ISI……………………………………………………………........ii
BAB I PENDAHULUAN       
                   1.1 Latar Belakang        ……………………………………………………..1
                   1.2 Tujuan Penulisan Makalah………………………………………....2
1.3 Manfaat Penulisan………………………………………………….2
      1.3.1 Manfaat  Akademis…………………………………………...2
      1.3.2 Manfaat Praktis…………………………………………….....2
                   1.4 Metode Penulisan…………………………………………………...3
      1.4.1 Studi Kepustakaan …………………………………………....3
BAB II PEMBAHASAN
           2.1 Pengertian Pengembangan Usaha………………………………….4                                                                                                                   
           2.2 Tingkatan Dalam Pengembangan Usaha…………………………..4
            2.3 Unsur-Unsur Dalam Mengembangkan Usaha……………………...6
            2.4 Aspek – Aspek  Pengembangkan Usaha …………………………..6
          2.5 Kategori Produk Baru ……………………………………………...7
          2.6  Analisis Dan Solusi Dalam Mengembankan Usaha……………….8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………....10
3.2 Saran………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………...11




KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat, rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah .
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak DR.Budiman yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat menambah pemahaman kami tentang Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah. Terima kasih pula kami ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu kami khususnya kelompok kami sendiri  dalam menyusun makalah ini.
Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Bapak DR. Budiman. Meskipun banyak kendala yang kami alami dalam menyusun makalah ini. Namun, itu semua tidak menyurutkan niat kami untuk menyelesaikan makalah ini.
Kami telah berupaya menyempurnakan makalah ini, namun seperti kata pepatah, “ Tak ada gading yang tak retak” maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Bapak DR.Budiman , teman-teman dan orang lain yang sudi meluangkan waktunya untuk menyimak isi dari makalah ini.
Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






                                                                                                i

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
                  Dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat.  Sekarang ini kita dituntut untuk dapat mengembangkan usaha , supaya usaha kita dapat maju dan besar serta menjadi pengusaha yang sukses. Definisi pengembangan usaha itu sendiri adalah terdiri dari sejumlah tugas dan proses yang pada umumnya bertujuan untuk  mengembangkan dan mengimplementasikan peluang pertumbuhan. Tetapi pada kenyataanya untuk mengembangkan usaha yang pada awalnya  dimulai dari nol besar atau baru memulai usaha sangatlah sulit .
                   Banyak hambatan – hambatan yang dihadapi seperti kekurangan modal, tenaga kerja yang ahli atau terampil, kinerja keuangan usaha yang buruk , dan sebagainya . Tetapi hambatan- hambatan  itu semua dapat diatasi  dengan cara mengembankan dan menerapkan strategi pengembangan usaha yang baik .  Pengembangan usaha bukan saja dibarengi dengan modal yang banyak atau tenaga kerja yang terampil , tetapi juga harus dibarengi dengan niat dari diri kita sendiri. Dengan niat yang sungguh – sungguh kita bisa mengembangkan usaha kita menjadi lebih besar. Jika tidak mengembangkan usaha dengan sungguh – sungguh maka sebaliknya usaha akan kita akan bangkrut. Cara lain yang harus dilakukan untuk dapat mengembangkan usaha dengan baik adalah dengan memberikan pendidikan meningkatkan keahlian kepada pengusaha ( wirausaha) seperti memberi pelatihan workshop tentang pengembangan usaha , dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang  lebih kepada pengusaha terhadap pengembangan usaha yang baik.Dan perlu diingat bahwa pengembangan usaha itu merupakan bagian dari perencanaan pemasaran ( marketing plan ) oleh karena itu setiap pengusaha baik pengusaha kecil maupun besar harus mampu membuat marketing plan terlebih dahulu sebelum mengembangkan usahanya . Di dalam marketing plan itu dimuat hal- hal sebagai berikut seperti analisa situasi , tujuan pemasaran , anggaran pemasaran , kontrol / pengawasan terhadap pemasaran dan lain sebagainya.
                                                                        1                                             
            Berdasarkan latar belakang diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan usaha yang baik itu dimulai dari diri kita sendiri walaupun banyak menghadapi kendala – kendala dalam dunia usaha . Dan Faktor modal bukanlah menjadi hal yang terpenting dalam mengembangkan usaha tetapi strategi bagaimana kita sebagai pengusaha  dapat mengembankan usaha yang baik. Sehingga usaha kita dapat bertahan lama dan tidak bangkrut. Dengan demikian Pengembangan usaha yang baik tidak lepas dari  masukan atau informasi – informasi yang sifatnya membangun untuk pengusaha .
 
1.2 Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini , yaitu :
1.Untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih tentang pengembangan usaha.
2.Untuk mengetahui bagaimana cara untuk  mengembangkan usaha dengan baik .
3. Untuk mengetahui hal – hal apa saja yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha .
1.3 Manfaat Penulisan
      1.3.1 Manfaat Akademis
            Sebagai referensi dan bahan tambahan untuk memberikan informasi kepada para pengusaha maupun lainnya tentang pengembangan usaha dan dapat melatih kreativitas yang dimiliki setiap mahasiswa dalam menulis sebuah makalah .
      1.3.2 Manfaat Praktis
            Bagi pihak internal ( pihak pengusaha / wirausaha) sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui tentang perkembangan usaha sedangkan bagi pihak eksternal ( umum) memberikan gambaran tentang cara mengembangkan usaha   .   
                                                                        2

                                                           
1.4 Metode Penulisan
      1.4.1 Studi Kepustakaan
            Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari , membaca , dan mempelajari referensi buku-buku , situs internet serta catatan kuliah yang berhubungan dengan objek penulisan makalah sebagai subjek atau bahan dalam pembuatan penulisan makalah ini .
















3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengembangan Usaha
            Pengembangan usaha adalah " Tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha " .       
                                                                                                                   (Id/Wikipedia)
Sedangkan untuk usaha yang berskala besar dan mapan , terutama di bidang teknologi industri yang terkait "Pengembangan usaha" istilah yang sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain, perusahaan pihak ketiga.
Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan satu sama lain keahlian , teknologi atau kekayaan intelektual untuk memperluas kapasitas mereka untuk mengidentifikasi, meneliti, menganalisis dan membawa ke pasar bisnis baru dan produk baru, pengembangan bisnis berfokus pada implementasi dari rencana bisnis strategis melalui ekuitas pembiayaan, akuisisi / divestasi teknologi, produk, dan lain - lain .                                                                                                   2.2 Tingkatan Dalam Pengembangan Usaha
Jadi, pengembangan usaha memiliki tingkat yang berbeda. Level atau tingkatan tersebut menjadi produk, komersial dan korporasi.
Berikut ini akan dijelaskan tentang  tingkatan – tingkatan  yang ada pada pengembangan usaha yaitu :

1.   Tingkat Produk .

Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan produk atau teknologi baru.
Meskipun tingkat pengembangan dapat berbeda dari perusahaan ke perusahaan.
Tingkat perkembangan usaha  dibagi menjadi satu kategori yaitu : Perkembangan incremental .
                                                                        4
a. Perkembangan Incremental adalah perkembangan yang meningkatkan fungsi yang ada
platform atau teknologi, sementara pengembangan mengganggu atau terputus-putus benar-benar  hal baru yang dikembangkan dari awal.
Misalnya dari pembangunan berkelanjutan adalah tambahan ekstensi untuk produk yang sudah ada seperti baru baru ini untuk sampo, kamera digital dengan pixel 5MIO untuk ponsel  anda.  
Dalam kedua kasus platform ponsel, shampo dan mobile tetap sama.

2.  Tingkat Komersial .

Dalam contoh bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial berarti prospeksi murni et Dur. Ini berarti berburu pelanggan baru di segmen pasar yang baru.  Dengan    demikian pekerjaan ini memerlukan individu secara psikologis yang kuat dan yang sangat didorong mampu menangani banyak masalah.
             Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial  adalah saluran  atau    setup organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat terdiri dari mitra , agen  seperti, distributor, pemegang lisensi,franchisee, atau cabang anda sendiri nasional atau internasional.
              Dan  terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat  rantai    nilai.
Pada  pengembangan rantai nilai tingkat usaha adalah tentang mengembangkan penawaran produk secara keseluruhan.
              Anda akan menemukan jenis pengembangan usaha /  bisnis di perusahaan - perusahaan teknologi yang telah  mengembangkan platform yang harus diintegrasikan atau  dikombinasikan dengan teknologi lain atau platform untuk membentuk seluruh produk.  Sebuah seluruh  produk umumnya terdiri dari beberapa teknologi untuk membuatnya menjadi hidup.  
Sebuah teknologi pada umumnya tidak dikembangkan oleh satu perusahaan tapi bersumber dari orang lain yang bertujuan untuk menghemat waktu dalam proses usaha .                                                                  

3.  Tingkat Korporasi .

Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau membeli kompetensi organisasi tertentu Kita memasuki bidang pengembangan bisnis perusahaan . Fokusnya adalah bukan pada produk maupun komersial tingkat tetapi pada korporasi tingkatan usaha.
                                                            5
Dan pada intinya tingkat pengembangan usaha ini  adalah tentang merger & akuisisi (M & A), usaha patungan (JV), saham langsung investasi (DEI) dan aliansi strategis.
Ini berkaitan dengan analisa bisnis portofolio, keuangan perusahaan, hukum kontrak, hukum pajak, hukum sosial, anti - kepercayaan hukum, manajemen perubahan , dan manajemen  budaya.
2.3 Unsur - Unsur Dalam mengembangkan Usaha
Adapun unsur – unsur penting dalam mengembangkan usaha ada 2 yaitu :
1. Unsur yang berasal dari dalam ( pihak internal ) :
1.      Adanya niat dari si pengusaha  / wirausaha  untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.
2.      Mengetahui teknik memproduksi barang seperti berapa banyak barang yang harus diproduksi , cara apa yang harus digunakan untuk  mengembangkan barang / produk , dan lain – lain.
3.      Membuat anggaran yang bertujuan seberapa besar pemasukkan dan pengeluaran produk .
2. Unsur dari pihak luar ( Pihak eksternal) :
      1.   Mengikuti perkembangan informasi dari luar usaha.
      2.  Mendapatkan dana tidak hanya mengandalakan dari dalam seperti meminjam dari luar.
     3.   Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang baik / kondusif untuk usaha .
2.4 Aspek – Aspek Yang Diperhatikan Dalam Mengembangkan Usaha
Pengembangan usaha yang terdiri dari aspek strategi , manajemen pemasaran, dan penjualan, seperti :
1.      Aspek strategi contohnya :
a.       Meneliti jenis usaha baru dengan penekanan pada mengidentifikasi kesenjangan (yang ada dan / atau diharapkan) oleh konsumen .
b.      Menciptakan pasar baru .
c.       Menciptakan produk baru dengan karakteristik yang menarik konsumen
6
2.      Aspek manajemen pemasaran contohnya :
a.       Menembus dan menguasai pangsa pasar .
b.      Mengolah situasi / peluang  pasar yang ada dengan teliti.
c.       Memasarkan produk dengan jaringan yang luas  seperti impor produk ke luar negeri.
d.      Membuat strategi pemasaran yang dapat membuat konsumen membeli produk kita , seperti memasang iklan , brosur, dan lain-lain.
3.      Aspek penjualan contohnya :
a.       Memberikan saran tentang perancangan dan menegakkan kebijakan penjualan dan proses tindak lanjut penjualan .
b.      Banyak volume produk yang akan dijual.
c.       Tingkat keamanan dalam proses penjualan barang.
d.      Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan memiliki kualitas yang baik.
2.5 Kategori Produk Baru
Kategori produk yang baru serta mengapa dilakukan pengembangn usaha, adalah :
      1)    Benar – benar baru
Adalah produk yang benar-benar hasil inovasi dan baru bagi perusahaan serta menciptakan pasar yang benar-benar baru.
2)    Lini produk baru
Adalah produk yang bagi perusahaan tetapi tidak bagi pasar karena sudah ada produk serupa di pasar.
3)   Tambahan untuk lini produk yang sudah ada
Merupakan tambahan atau supplement item atau varian dari produk-produk lini dari  suatu perusahaan yang ada. Produk ini dapat merupakan agak baru bagi perusahaan  maupun bagi pelanggan dari produk yang sudah ada. Atau juga dalam upaya untuk memperluas segmen pasar dari produk yang ada.
4)    Perbaikan atau revisi dari produk yang ada
Jenis produk baru yang merupakan perbaikan atau memperbaiki kinerja sehingga memeprbaiki kinerjanya sehingga memperbaiki persepsi pelanggan, dari produk lamanya. Lebih merupakan hal baru bagi perusahaan termasuk akibat dari generasi teknologi baru  bagi suatu produk, dan biasanya di persepsi sama dengan produk lama yang digantinya.

                                                                  7
5)    Reposisi
 Adalah produk lama yang ditargetkan untuk aplikasi baru dan segmen pasar baru.

6)    Penurunan biaya
 Merupakan modifikasi produk dengan kinerja yang sama tetapi dengan biaya yang lebih  rendah.
2.6  Analisa Masalah Dan Solusi Dalam Mengembankan Usaha
            Adapun analisa masalahnya adalah
1.         Faktor kurangnya permodalan.
Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi
2.         Kesulitan dalam pemasaran produk .
Kesulitan memasarkan produk dapat berakibat berlebihnya penyimpana prodik di gudana atau over produk. Sehingga tidak ada pemasukkan bagi si pengusaha.  
3.         Persaingan usaha yang semakin ketat .
Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para pengusaha bersaing dengan pengusaha lainnya , hal ini jika tidak diantisipasi maka pengusaha yang kalah bersaing akan mengalami gagal produk .

                                                            8
4.         Kesulitan bahan baku .
Kesulitan dalam bahan baku adalah faktor yang sangat vital dalam proses pengembangan usaha . Jika tidak ada bahan baku maka akan dipastikan secara perusahaan tidak bisa melakukan kegitan usahanya.
5.         Kurangnya keahlian teknis dan tenaga ahli.                                                              
            Adapun solusinya adalah
1.         Modal dapat diperoleh bukan hanya dari dalam tetapi bisa juga dari luar seperti dari pinjaman bank , hibah , dan sebagainya.
2.         Membuat saluran pemasaran yang luas seperti memasarkan barang tidak hanya di dalam negeri saja tetapi jika bisa diekspor ke luar negeri. Dengan begitu produk kita akan mlebih mudah dikenal oleh masyarakat .
3.         Menerapkan strategi usaha diantaranya seperti yang telah dibahas sebelumnya seperti menerapkan strategi penjualan contonhnya membuat diversikiasi produk , menemukan produk baru dan sebagainya.
4.         Membuat lokasi usaha dengan mempertimbangkan mudahnya memperoleh suatu bahan baku untuk mengembangkan usaha atau dengan kata lain memilih lokasi yang strategis dalam usaha.
5.         Merekrut tenaga ahli dengan cara melakukan seleksi yang ketat kepada calon pelamar di perusahaan anda , dengan demikian anda bisa mendapatkan tenaga yang benar – benar ahli dibidangnya .



                                                                        9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil dari pembuatan makalah diatas , dapat disimpulkan bahwa pengembangan usaha  dengan menerapkan strategi - strategi usaha ,memperhatikan aspek - aspek , dan faktor  yang diperlukan dalam mengembangkan usaha adalah hasil akhir dari semua proses tahapan usaha . Sehingga jika kita tidak mengembangkan usaha dengan baik dan bijak maka usaha kita akan mengalami kebangkrutan . Sebaliknya jika mengembangkan usaha dengan baik maka kita bisa menjadi pengusaha yang berhasil dan sukses.
3.2 Saran
            Dari beberapa kesimpulan tersebut , maka penulis akan memberikan saran sebagai berikut :
1. Bagi para pengusaha sebaiknya mengembangkan usaha dengan melihat banyak faktor dan aspek yang menguntungkan sehingga pengusaha dapat menangani resiko usaha dengan mudah. .2. Mengembangkan usaha dengan cara yang sekreatif mungkin supaya konsumen akan kembali  membeli produk Anda lagi.

                        
                                                                        10





DAFTAR PUSTAKA


David H. Bangs, Jr. 1995.Perencanaan Dan Pengembangan Usaha.
Sørensen, Hans Eibe (2012). Pengembangan Bisnis: Perspektif Berorientasi Pasar. John Wiley & Sons.
Ariawati, Ria Ratna.2004. Usaha kecil dan Kesempatan Kerja.Fakultas Ekonomi. UNIKOM.Jakarta.


Sumber lainnya :
Http://id.wiki//pengembanganusaha kecil dan menengah.com\
http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah
http://infoukm.wordpress.com/2008/08/




                                                                        11

Rabu, 11 Januari 2012

Tugas SoftSkill

NAMA : ARI WAHYU LEKSONO
NPM : 41210026
KELAS : 2DA02

SOAL SOFTSKILL
1. Pandang sebuah toko bahan bangunan “PD. MAJU ZAYA” sebagai enterprise-nya.

a. Buatlah master file apa saja yang dibutuhkan ;

b. Buatlah transaction file apa saja yang dibutuhkan ;

c. Tentukan mana yang termasuk dynamic Dan mana yang reference dari master file hasil dari transaksi tersebut.

d. Apa saja atribut yang dibutuhkan untuk mengkarakteristikan suatu file BARANG yang ada ditoko bahan bangunan tersebut. Analisilah hingga tidak ada atribut yang tertinggal yang dapat mengakibatkan hilangnya informasi terhadap suatu barang tersebut.

3. Perhatikan Tabel dibawah ini :

Dari table diatas, tunjukan apa yang dimaksud dengan :

a. Atribut

b. Tuple

c. Domain

d. Derajat

e. Cardinalily

f. Super key

g. Primary key



1.JAWABAN NO. 1 :
Master File yang digunakan adalah PEGAWAI dan BARANG .
b.Transaction File yang digunakan adalah AMBIL dan MASUK .
c.Reference Master File : Kode Pegawai, Nama Pegawai .
Dynamic Master File : Kode Barang, Nama Barang .
d.Atribut yang dibutuhkan file BARANG pada PD. MAJU ZAYA adalah :
- Jenis Barang .
- Kode Barang .
- Merk Barang .
- Satuan pada Barng seperti kilogram, kuintal , ton, dan lain lain .
- Harga Satuan .
- Jumlah Barang atau banyaknya Barang .
- Nama Barang.
-Tanggal kadaluarsa Barang .
-Berat suatu Barang .
-Stok Barang di gudang.
-Kode Produsen.
-Jumlah Barang masuk dan keluar.
- Dan lain – lain .

3.JAWABAN NO. 3 :
a. Atribut : Kode_Matkul , Nama_Matkul, SKS, Semester , Waktu , Tempat ,dan Nama_Dosen .
Atribut pada Tabel :
b.Tuple : IF-310, Basis Data, 4 , 3, Selasa ,10.00-11.40 dan Jum’at, 08.09.40 , Ruang B, Dr. Umar Hakim. Semuanya merupakan Baris pada sebuah relasi .
Atribut dan Tuple pada Tabel :
c. Domain dan ;
d. Derajat yang ditunjukkan dengan Tabel :
e.Cardinallity : Ada 28 karena menunjukkan setiap Tuple yang ada di dalam sebuah relasi.
f. Super key : Struktur Data pada Nama_Matkul .
g. Primary key : IF-110 pada Kode_Matkul .
Super Key dan primary Key yang ditunjukkan oleh Tabel :

Dari tabel diatas, tunjukan apa yang dimaksud dengan :
a. Atribut : kolom pada sebuah relasi, kolom-kolom pada tabel diatas disebut atribut.
b. Tuple : baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
c. Domain : kumpulan nilai yang valid untuk satu ata lebih atribut.
d. Derajat : jumlah atribut dalam sebuah relasi.
e. Cardinality : jumlah tuple dalam sebuah relasi.
f. Super key : satu atribut/kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasikan sebuah tuple didalam relasi.
g. Primary key : satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.

Sumber dari berbagai Media dan Buku .

Selasa, 29 November 2011

Tugas Softskill Pengantar Basis Data

NAMA : ARI WAHYU LEKSONO
KELAS : 2DA02
NPM : 41210026
TUGAS : SOFTSKILL PENGANTAR BASIS DATA

SOAL TUGAS SOFTSKILL
1. Berikan 2 penjelasan yang membdekan system pemrosesan fikle dengan system basis data.
2. Sebutkan definisi dari Enterprise , Tuple , dan Derajat ( Degree).
3. Sebutkan 3 buah model data berbasis record.
4. Sebutkan 2 bahasa dalam DBMS.
5. Perhatikan Tabel dibawah ini :
Dari Tabel diatas yang disebut dengan :…………………………..adalah :
a. Atribut
b. Tuple
c. Domain
d. Derajat
e. Cardinality
f. Super Key
g. Primary Key
JAWABAN DARI SOAL DI ATAS :
1. Sistem pemrosesan file adalah sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program aplikasi saja.
Sedangkan sistem basis data adalah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data , yaitu sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi , dan data tersebut disimpan pada sebuah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data , sehingga didapatkan suatu hubungan atau relasi antara kedua data tersebut serta dapat dipakai bersama oleh beberapa pengguna apilkasi . Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan .
2. Definisi dari :
A. ) Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien .
B. ) Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dan lain lain .
C. ) Derajat (degree)
Derajat adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi .
3. Tiga buah model data berbasis record yaitu :
Model Data Berbasis Record :
Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu
1. model data relasional (relational) .
2. model data hierarkhi (hierarchical) .
3. model data jaringan (network) . Model data jaringan dikenal sebagai STRUKTUR PLEX .

4. Dua bahasa dalam DBMS (Database Management systems) yaitu :
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL) .
2. Data Manipulation Language (DML) .
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML .
2. Non Procedural .
Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :
Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.

5. Dari data diatas yang disebut dengan :…………………………..adalah :
A. Atribut ( Element Data )
Atribut adalah sebuah karakteristik dari suatu entitas . . Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.
Contoh entitas Dosen terdiri dari Nama _Dosen , tempat , Waktu , Semester , SKS, Nama _Matkul , dan Kode_Matkul.
B. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
Contoh :
Baris Pada Kode _Matkul yaitu : IF-110, IF-310 , KU-234 , MA- 115.
Baris pada Nama_Matkul yaitu : Struktur Data (baris ke satu ) sampai baris ke empat.
Baris pada SKS yaitu : 3 dan sampai baris ke empat .
Baris pada Semester yaitu : 1 (baris ke satu) sampai baris ke empat.
Baris pada Waktu : Senin , 08-09.40 dan Kamis 11.00- 11.50 ( baris ke satu ) sampai baris ke empat.
Baris pada Tempat yaitu : Ruang A (Baris ke satu) sampai baris keempat .
Baris pada Nama_Dosen yaitu : Dr. Umar Hakim(Baris ke satu sampai baris ke empat) .

C. Domain
Domain adalah kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
Contoh 1 ( satu ) domain Kode_Matkul adalah yang terdiri dari IF-110, IF-310 , KU-234 , MA- 115.
Domain Nama_Matkul adalah yang terdiri dari Struktur Data , Basis Data , Bahasa Indonesia , Matematika.
Domain SKS adalah yang terdiri dari 3, 4, 2, 3 .
Domain Waktu adalah yang terdiri dari 08-09.40 dan Kamis 11.00- 11.50 , Selasa , 10.00- 11.40 dan Jum’at 08.00-09.40 , Rabu, 09.00-10.50 , Dan terakhir Rabu, 13.00- 14.40 dan Jum’at , 14.00-14.50 .
Domain Tempat yaitu yang terdiri dari Ruang A, Ruang B , Ruang A, dan Ruang C .
Domain Nama_Dosen yautu yang terdiri dari Dr. Umar Hakim(Baris ke satu sampai seterusnya) , Dr. Umar Hakim , Dewi Sundari , Ma. Dan Ir. Taufik Ismail .

D. Derajat
Derajat adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi .
Contoh jumlah Derajat dari table diatas adalah sebanyak 7 ( tujuh) atribut . Yang terdiri dari Kode_Matkul, Nama_MatKul, SKS, Semester, Waktu , Tempat , dan Nama_ Dosen.



E. Cardinality
Cardinality adalah Jumlah tupel dalam sebuah relasi .
Contoh Cardinality dari tabel diatas adalah berjumlah 28 tupel .
F. Super Key
Super Key adalah satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi .
Contoh :
Super Key dari tabel di atas adalah misalnya Kode _Matkul Super Key nya adalah IF-110, IF 310 , KU-234, dan seterusnya.
Super Key Nama_Matkul yaitu Strukutur Data, Basis Data, dan seterusnya .
Super Key dari Semester yaitu 1, 3, 2, dan seterusnya .
Super Key dari Waktu yaitu 08-09.40 dan Kamis 11.00- 11.50 dan sterusnya.
Super Key dari Nama_ Dosen yaitu DR. Umar Hakim , Dewi Sundari , MA dan seterusnya .

G. Primary Key
Primary Key merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.
Primary Key dari tabel diatas yaitu Kode _Matkul .