Selasa, 17 April 2012

Tugas Makalah Kelompok 9 " Soft Skill" Kewirausahaan

MAKALAH PENGEMBANGAN USAHA




NAMA KELOMPOK 9 :

1.ARI WAHYU LEKSONO  ( 41210026 )
2.GENDA ADITYA               (42210970  )
3.HARRIS FADHILAH          (43210154  )

KELAS 2 DA02


                                               DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………......i
DAFTAR ISI……………………………………………………………........ii
BAB I PENDAHULUAN       
                   1.1 Latar Belakang        ……………………………………………………..1
                   1.2 Tujuan Penulisan Makalah………………………………………....2
1.3 Manfaat Penulisan………………………………………………….2
      1.3.1 Manfaat  Akademis…………………………………………...2
      1.3.2 Manfaat Praktis…………………………………………….....2
                   1.4 Metode Penulisan…………………………………………………...3
      1.4.1 Studi Kepustakaan …………………………………………....3
BAB II PEMBAHASAN
           2.1 Pengertian Pengembangan Usaha………………………………….4                                                                                                                   
           2.2 Tingkatan Dalam Pengembangan Usaha…………………………..4
            2.3 Unsur-Unsur Dalam Mengembangkan Usaha……………………...6
            2.4 Aspek – Aspek  Pengembangkan Usaha …………………………..6
          2.5 Kategori Produk Baru ……………………………………………...7
          2.6  Analisis Dan Solusi Dalam Mengembankan Usaha……………….8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan………………………………………………………....10
3.2 Saran………………………………………………………………..10
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………...11




KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat, rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah .
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak DR.Budiman yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat menambah pemahaman kami tentang Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah. Terima kasih pula kami ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu kami khususnya kelompok kami sendiri  dalam menyusun makalah ini.
Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Bapak DR. Budiman. Meskipun banyak kendala yang kami alami dalam menyusun makalah ini. Namun, itu semua tidak menyurutkan niat kami untuk menyelesaikan makalah ini.
Kami telah berupaya menyempurnakan makalah ini, namun seperti kata pepatah, “ Tak ada gading yang tak retak” maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Bapak DR.Budiman , teman-teman dan orang lain yang sudi meluangkan waktunya untuk menyimak isi dari makalah ini.
Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






                                                                                                i

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
                  Dalam menghadapi persaingan dunia usaha yang semakin ketat.  Sekarang ini kita dituntut untuk dapat mengembangkan usaha , supaya usaha kita dapat maju dan besar serta menjadi pengusaha yang sukses. Definisi pengembangan usaha itu sendiri adalah terdiri dari sejumlah tugas dan proses yang pada umumnya bertujuan untuk  mengembangkan dan mengimplementasikan peluang pertumbuhan. Tetapi pada kenyataanya untuk mengembangkan usaha yang pada awalnya  dimulai dari nol besar atau baru memulai usaha sangatlah sulit .
                   Banyak hambatan – hambatan yang dihadapi seperti kekurangan modal, tenaga kerja yang ahli atau terampil, kinerja keuangan usaha yang buruk , dan sebagainya . Tetapi hambatan- hambatan  itu semua dapat diatasi  dengan cara mengembankan dan menerapkan strategi pengembangan usaha yang baik .  Pengembangan usaha bukan saja dibarengi dengan modal yang banyak atau tenaga kerja yang terampil , tetapi juga harus dibarengi dengan niat dari diri kita sendiri. Dengan niat yang sungguh – sungguh kita bisa mengembangkan usaha kita menjadi lebih besar. Jika tidak mengembangkan usaha dengan sungguh – sungguh maka sebaliknya usaha akan kita akan bangkrut. Cara lain yang harus dilakukan untuk dapat mengembangkan usaha dengan baik adalah dengan memberikan pendidikan meningkatkan keahlian kepada pengusaha ( wirausaha) seperti memberi pelatihan workshop tentang pengembangan usaha , dan sebagainya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang  lebih kepada pengusaha terhadap pengembangan usaha yang baik.Dan perlu diingat bahwa pengembangan usaha itu merupakan bagian dari perencanaan pemasaran ( marketing plan ) oleh karena itu setiap pengusaha baik pengusaha kecil maupun besar harus mampu membuat marketing plan terlebih dahulu sebelum mengembangkan usahanya . Di dalam marketing plan itu dimuat hal- hal sebagai berikut seperti analisa situasi , tujuan pemasaran , anggaran pemasaran , kontrol / pengawasan terhadap pemasaran dan lain sebagainya.
                                                                        1                                             
            Berdasarkan latar belakang diatas dapat disimpulkan bahwa pengembangan usaha yang baik itu dimulai dari diri kita sendiri walaupun banyak menghadapi kendala – kendala dalam dunia usaha . Dan Faktor modal bukanlah menjadi hal yang terpenting dalam mengembangkan usaha tetapi strategi bagaimana kita sebagai pengusaha  dapat mengembankan usaha yang baik. Sehingga usaha kita dapat bertahan lama dan tidak bangkrut. Dengan demikian Pengembangan usaha yang baik tidak lepas dari  masukan atau informasi – informasi yang sifatnya membangun untuk pengusaha .
 
1.2 Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini , yaitu :
1.Untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih tentang pengembangan usaha.
2.Untuk mengetahui bagaimana cara untuk  mengembangkan usaha dengan baik .
3. Untuk mengetahui hal – hal apa saja yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha .
1.3 Manfaat Penulisan
      1.3.1 Manfaat Akademis
            Sebagai referensi dan bahan tambahan untuk memberikan informasi kepada para pengusaha maupun lainnya tentang pengembangan usaha dan dapat melatih kreativitas yang dimiliki setiap mahasiswa dalam menulis sebuah makalah .
      1.3.2 Manfaat Praktis
            Bagi pihak internal ( pihak pengusaha / wirausaha) sebagai salah satu alat ukur untuk mengetahui tentang perkembangan usaha sedangkan bagi pihak eksternal ( umum) memberikan gambaran tentang cara mengembangkan usaha   .   
                                                                        2

                                                           
1.4 Metode Penulisan
      1.4.1 Studi Kepustakaan
            Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencari , membaca , dan mempelajari referensi buku-buku , situs internet serta catatan kuliah yang berhubungan dengan objek penulisan makalah sebagai subjek atau bahan dalam pembuatan penulisan makalah ini .
















3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengembangan Usaha
            Pengembangan usaha adalah " Tugas dan proses persiapan analitis tentang peluang pertumbuhan potensial, dukungan dan pemantauan pelaksanaan peluang pertumbuhan usaha, tetapi tidak termasuk keputusan tentang strategi dan implementasi dari peluang pertumbuhan usaha " .       
                                                                                                                   (Id/Wikipedia)
Sedangkan untuk usaha yang berskala besar dan mapan , terutama di bidang teknologi industri yang terkait "Pengembangan usaha" istilah yang sering mengacu pada pengaturan dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan yang lain, perusahaan pihak ketiga.
Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan satu sama lain keahlian , teknologi atau kekayaan intelektual untuk memperluas kapasitas mereka untuk mengidentifikasi, meneliti, menganalisis dan membawa ke pasar bisnis baru dan produk baru, pengembangan bisnis berfokus pada implementasi dari rencana bisnis strategis melalui ekuitas pembiayaan, akuisisi / divestasi teknologi, produk, dan lain - lain .                                                                                                   2.2 Tingkatan Dalam Pengembangan Usaha
Jadi, pengembangan usaha memiliki tingkat yang berbeda. Level atau tingkatan tersebut menjadi produk, komersial dan korporasi.
Berikut ini akan dijelaskan tentang  tingkatan – tingkatan  yang ada pada pengembangan usaha yaitu :

1.   Tingkat Produk .

Pada level produk pengembangan usaha berarti mengembangkan produk atau teknologi baru.
Meskipun tingkat pengembangan dapat berbeda dari perusahaan ke perusahaan.
Tingkat perkembangan usaha  dibagi menjadi satu kategori yaitu : Perkembangan incremental .
                                                                        4
a. Perkembangan Incremental adalah perkembangan yang meningkatkan fungsi yang ada
platform atau teknologi, sementara pengembangan mengganggu atau terputus-putus benar-benar  hal baru yang dikembangkan dari awal.
Misalnya dari pembangunan berkelanjutan adalah tambahan ekstensi untuk produk yang sudah ada seperti baru baru ini untuk sampo, kamera digital dengan pixel 5MIO untuk ponsel  anda.  
Dalam kedua kasus platform ponsel, shampo dan mobile tetap sama.

2.  Tingkat Komersial .

Dalam contoh bentuk pengembangan usaha di tingkat komersial berarti prospeksi murni et Dur. Ini berarti berburu pelanggan baru di segmen pasar yang baru.  Dengan    demikian pekerjaan ini memerlukan individu secara psikologis yang kuat dan yang sangat didorong mampu menangani banyak masalah.
             Tingkat berikutnya dari pengembangan usaha komersial  adalah saluran  atau    setup organisasi penjualan. Saluran atau organisasi penjualan dapat terdiri dari mitra , agen  seperti, distributor, pemegang lisensi,franchisee, atau cabang anda sendiri nasional atau internasional.
              Dan  terakhir tingkat pengembangan usaha komersial adalah tingkat  rantai    nilai.
Pada  pengembangan rantai nilai tingkat usaha adalah tentang mengembangkan penawaran produk secara keseluruhan.
              Anda akan menemukan jenis pengembangan usaha /  bisnis di perusahaan - perusahaan teknologi yang telah  mengembangkan platform yang harus diintegrasikan atau  dikombinasikan dengan teknologi lain atau platform untuk membentuk seluruh produk.  Sebuah seluruh  produk umumnya terdiri dari beberapa teknologi untuk membuatnya menjadi hidup.  
Sebuah teknologi pada umumnya tidak dikembangkan oleh satu perusahaan tapi bersumber dari orang lain yang bertujuan untuk menghemat waktu dalam proses usaha .                                                                  

3.  Tingkat Korporasi .

Bila organisasi harus memutuskan apakah akan membuat atau membeli kompetensi organisasi tertentu Kita memasuki bidang pengembangan bisnis perusahaan . Fokusnya adalah bukan pada produk maupun komersial tingkat tetapi pada korporasi tingkatan usaha.
                                                            5
Dan pada intinya tingkat pengembangan usaha ini  adalah tentang merger & akuisisi (M & A), usaha patungan (JV), saham langsung investasi (DEI) dan aliansi strategis.
Ini berkaitan dengan analisa bisnis portofolio, keuangan perusahaan, hukum kontrak, hukum pajak, hukum sosial, anti - kepercayaan hukum, manajemen perubahan , dan manajemen  budaya.
2.3 Unsur - Unsur Dalam mengembangkan Usaha
Adapun unsur – unsur penting dalam mengembangkan usaha ada 2 yaitu :
1. Unsur yang berasal dari dalam ( pihak internal ) :
1.      Adanya niat dari si pengusaha  / wirausaha  untuk mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.
2.      Mengetahui teknik memproduksi barang seperti berapa banyak barang yang harus diproduksi , cara apa yang harus digunakan untuk  mengembangkan barang / produk , dan lain – lain.
3.      Membuat anggaran yang bertujuan seberapa besar pemasukkan dan pengeluaran produk .
2. Unsur dari pihak luar ( Pihak eksternal) :
      1.   Mengikuti perkembangan informasi dari luar usaha.
      2.  Mendapatkan dana tidak hanya mengandalakan dari dalam seperti meminjam dari luar.
     3.   Mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang baik / kondusif untuk usaha .
2.4 Aspek – Aspek Yang Diperhatikan Dalam Mengembangkan Usaha
Pengembangan usaha yang terdiri dari aspek strategi , manajemen pemasaran, dan penjualan, seperti :
1.      Aspek strategi contohnya :
a.       Meneliti jenis usaha baru dengan penekanan pada mengidentifikasi kesenjangan (yang ada dan / atau diharapkan) oleh konsumen .
b.      Menciptakan pasar baru .
c.       Menciptakan produk baru dengan karakteristik yang menarik konsumen
6
2.      Aspek manajemen pemasaran contohnya :
a.       Menembus dan menguasai pangsa pasar .
b.      Mengolah situasi / peluang  pasar yang ada dengan teliti.
c.       Memasarkan produk dengan jaringan yang luas  seperti impor produk ke luar negeri.
d.      Membuat strategi pemasaran yang dapat membuat konsumen membeli produk kita , seperti memasang iklan , brosur, dan lain-lain.
3.      Aspek penjualan contohnya :
a.       Memberikan saran tentang perancangan dan menegakkan kebijakan penjualan dan proses tindak lanjut penjualan .
b.      Banyak volume produk yang akan dijual.
c.       Tingkat keamanan dalam proses penjualan barang.
d.      Menjual produk dengan harga yang terjangkau dan memiliki kualitas yang baik.
2.5 Kategori Produk Baru
Kategori produk yang baru serta mengapa dilakukan pengembangn usaha, adalah :
      1)    Benar – benar baru
Adalah produk yang benar-benar hasil inovasi dan baru bagi perusahaan serta menciptakan pasar yang benar-benar baru.
2)    Lini produk baru
Adalah produk yang bagi perusahaan tetapi tidak bagi pasar karena sudah ada produk serupa di pasar.
3)   Tambahan untuk lini produk yang sudah ada
Merupakan tambahan atau supplement item atau varian dari produk-produk lini dari  suatu perusahaan yang ada. Produk ini dapat merupakan agak baru bagi perusahaan  maupun bagi pelanggan dari produk yang sudah ada. Atau juga dalam upaya untuk memperluas segmen pasar dari produk yang ada.
4)    Perbaikan atau revisi dari produk yang ada
Jenis produk baru yang merupakan perbaikan atau memperbaiki kinerja sehingga memeprbaiki kinerjanya sehingga memperbaiki persepsi pelanggan, dari produk lamanya. Lebih merupakan hal baru bagi perusahaan termasuk akibat dari generasi teknologi baru  bagi suatu produk, dan biasanya di persepsi sama dengan produk lama yang digantinya.

                                                                  7
5)    Reposisi
 Adalah produk lama yang ditargetkan untuk aplikasi baru dan segmen pasar baru.

6)    Penurunan biaya
 Merupakan modifikasi produk dengan kinerja yang sama tetapi dengan biaya yang lebih  rendah.
2.6  Analisa Masalah Dan Solusi Dalam Mengembankan Usaha
            Adapun analisa masalahnya adalah
1.         Faktor kurangnya permodalan.
Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi
2.         Kesulitan dalam pemasaran produk .
Kesulitan memasarkan produk dapat berakibat berlebihnya penyimpana prodik di gudana atau over produk. Sehingga tidak ada pemasukkan bagi si pengusaha.  
3.         Persaingan usaha yang semakin ketat .
Persaingan usaha yang semakin ketat mendesak para pengusaha bersaing dengan pengusaha lainnya , hal ini jika tidak diantisipasi maka pengusaha yang kalah bersaing akan mengalami gagal produk .

                                                            8
4.         Kesulitan bahan baku .
Kesulitan dalam bahan baku adalah faktor yang sangat vital dalam proses pengembangan usaha . Jika tidak ada bahan baku maka akan dipastikan secara perusahaan tidak bisa melakukan kegitan usahanya.
5.         Kurangnya keahlian teknis dan tenaga ahli.                                                              
            Adapun solusinya adalah
1.         Modal dapat diperoleh bukan hanya dari dalam tetapi bisa juga dari luar seperti dari pinjaman bank , hibah , dan sebagainya.
2.         Membuat saluran pemasaran yang luas seperti memasarkan barang tidak hanya di dalam negeri saja tetapi jika bisa diekspor ke luar negeri. Dengan begitu produk kita akan mlebih mudah dikenal oleh masyarakat .
3.         Menerapkan strategi usaha diantaranya seperti yang telah dibahas sebelumnya seperti menerapkan strategi penjualan contonhnya membuat diversikiasi produk , menemukan produk baru dan sebagainya.
4.         Membuat lokasi usaha dengan mempertimbangkan mudahnya memperoleh suatu bahan baku untuk mengembangkan usaha atau dengan kata lain memilih lokasi yang strategis dalam usaha.
5.         Merekrut tenaga ahli dengan cara melakukan seleksi yang ketat kepada calon pelamar di perusahaan anda , dengan demikian anda bisa mendapatkan tenaga yang benar – benar ahli dibidangnya .



                                                                        9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Berdasarkan hasil dari pembuatan makalah diatas , dapat disimpulkan bahwa pengembangan usaha  dengan menerapkan strategi - strategi usaha ,memperhatikan aspek - aspek , dan faktor  yang diperlukan dalam mengembangkan usaha adalah hasil akhir dari semua proses tahapan usaha . Sehingga jika kita tidak mengembangkan usaha dengan baik dan bijak maka usaha kita akan mengalami kebangkrutan . Sebaliknya jika mengembangkan usaha dengan baik maka kita bisa menjadi pengusaha yang berhasil dan sukses.
3.2 Saran
            Dari beberapa kesimpulan tersebut , maka penulis akan memberikan saran sebagai berikut :
1. Bagi para pengusaha sebaiknya mengembangkan usaha dengan melihat banyak faktor dan aspek yang menguntungkan sehingga pengusaha dapat menangani resiko usaha dengan mudah. .2. Mengembangkan usaha dengan cara yang sekreatif mungkin supaya konsumen akan kembali  membeli produk Anda lagi.

                        
                                                                        10





DAFTAR PUSTAKA


David H. Bangs, Jr. 1995.Perencanaan Dan Pengembangan Usaha.
Sørensen, Hans Eibe (2012). Pengembangan Bisnis: Perspektif Berorientasi Pasar. John Wiley & Sons.
Ariawati, Ria Ratna.2004. Usaha kecil dan Kesempatan Kerja.Fakultas Ekonomi. UNIKOM.Jakarta.


Sumber lainnya :
Http://id.wiki//pengembanganusaha kecil dan menengah.com\
http://id.wikipedia.org/wiki/Usaha_Kecil_dan_Menengah
http://infoukm.wordpress.com/2008/08/




                                                                        11

Rabu, 11 Januari 2012

Tugas SoftSkill

NAMA : ARI WAHYU LEKSONO
NPM : 41210026
KELAS : 2DA02

SOAL SOFTSKILL
1. Pandang sebuah toko bahan bangunan “PD. MAJU ZAYA” sebagai enterprise-nya.

a. Buatlah master file apa saja yang dibutuhkan ;

b. Buatlah transaction file apa saja yang dibutuhkan ;

c. Tentukan mana yang termasuk dynamic Dan mana yang reference dari master file hasil dari transaksi tersebut.

d. Apa saja atribut yang dibutuhkan untuk mengkarakteristikan suatu file BARANG yang ada ditoko bahan bangunan tersebut. Analisilah hingga tidak ada atribut yang tertinggal yang dapat mengakibatkan hilangnya informasi terhadap suatu barang tersebut.

3. Perhatikan Tabel dibawah ini :

Dari table diatas, tunjukan apa yang dimaksud dengan :

a. Atribut

b. Tuple

c. Domain

d. Derajat

e. Cardinalily

f. Super key

g. Primary key



1.JAWABAN NO. 1 :
Master File yang digunakan adalah PEGAWAI dan BARANG .
b.Transaction File yang digunakan adalah AMBIL dan MASUK .
c.Reference Master File : Kode Pegawai, Nama Pegawai .
Dynamic Master File : Kode Barang, Nama Barang .
d.Atribut yang dibutuhkan file BARANG pada PD. MAJU ZAYA adalah :
- Jenis Barang .
- Kode Barang .
- Merk Barang .
- Satuan pada Barng seperti kilogram, kuintal , ton, dan lain lain .
- Harga Satuan .
- Jumlah Barang atau banyaknya Barang .
- Nama Barang.
-Tanggal kadaluarsa Barang .
-Berat suatu Barang .
-Stok Barang di gudang.
-Kode Produsen.
-Jumlah Barang masuk dan keluar.
- Dan lain – lain .

3.JAWABAN NO. 3 :
a. Atribut : Kode_Matkul , Nama_Matkul, SKS, Semester , Waktu , Tempat ,dan Nama_Dosen .
Atribut pada Tabel :
b.Tuple : IF-310, Basis Data, 4 , 3, Selasa ,10.00-11.40 dan Jum’at, 08.09.40 , Ruang B, Dr. Umar Hakim. Semuanya merupakan Baris pada sebuah relasi .
Atribut dan Tuple pada Tabel :
c. Domain dan ;
d. Derajat yang ditunjukkan dengan Tabel :
e.Cardinallity : Ada 28 karena menunjukkan setiap Tuple yang ada di dalam sebuah relasi.
f. Super key : Struktur Data pada Nama_Matkul .
g. Primary key : IF-110 pada Kode_Matkul .
Super Key dan primary Key yang ditunjukkan oleh Tabel :

Dari tabel diatas, tunjukan apa yang dimaksud dengan :
a. Atribut : kolom pada sebuah relasi, kolom-kolom pada tabel diatas disebut atribut.
b. Tuple : baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
c. Domain : kumpulan nilai yang valid untuk satu ata lebih atribut.
d. Derajat : jumlah atribut dalam sebuah relasi.
e. Cardinality : jumlah tuple dalam sebuah relasi.
f. Super key : satu atribut/kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasikan sebuah tuple didalam relasi.
g. Primary key : satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.

Sumber dari berbagai Media dan Buku .

Selasa, 29 November 2011

Tugas Softskill Pengantar Basis Data

NAMA : ARI WAHYU LEKSONO
KELAS : 2DA02
NPM : 41210026
TUGAS : SOFTSKILL PENGANTAR BASIS DATA

SOAL TUGAS SOFTSKILL
1. Berikan 2 penjelasan yang membdekan system pemrosesan fikle dengan system basis data.
2. Sebutkan definisi dari Enterprise , Tuple , dan Derajat ( Degree).
3. Sebutkan 3 buah model data berbasis record.
4. Sebutkan 2 bahasa dalam DBMS.
5. Perhatikan Tabel dibawah ini :
Dari Tabel diatas yang disebut dengan :…………………………..adalah :
a. Atribut
b. Tuple
c. Domain
d. Derajat
e. Cardinality
f. Super Key
g. Primary Key
JAWABAN DARI SOAL DI ATAS :
1. Sistem pemrosesan file adalah sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis, menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program aplikasi saja.
Sedangkan sistem basis data adalah sistem pemrosesan dengan pendekatan basis data , yaitu sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi , dan data tersebut disimpan pada sebuah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data , sehingga didapatkan suatu hubungan atau relasi antara kedua data tersebut serta dapat dipakai bersama oleh beberapa pengguna apilkasi . Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan .
2. Definisi dari :
A. ) Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti : bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien .
B. ) Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM, nama mahasiswa, alamat, kota, dan lain lain .
C. ) Derajat (degree)
Derajat adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi .
3. Tiga buah model data berbasis record yaitu :
Model Data Berbasis Record :
Pada model data berbasis record, basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu
1. model data relasional (relational) .
2. model data hierarkhi (hierarchical) .
3. model data jaringan (network) . Model data jaringan dikenal sebagai STRUKTUR PLEX .

4. Dua bahasa dalam DBMS (Database Management systems) yaitu :
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub language.
Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setiap pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1. Data Definition Language (DDL) .
2. Data Manipulation Language (DML) .
Ada 2 jenis DML :
1. Procedural DML .
2. Non Procedural .
Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :
Programmer aplikasi menggunakan bahasa-bahasa seperti Cobol, Informix, dll (host language) yang ditempelkan dengan bahasa yang dipakai dalam DBMS. Pemakai terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL) atau menggunakan program aplikasi (yang dirancang oleh programmer). Sedangkan DBA lebih banyak menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.

5. Dari data diatas yang disebut dengan :…………………………..adalah :
A. Atribut ( Element Data )
Atribut adalah sebuah karakteristik dari suatu entitas . . Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.
Contoh entitas Dosen terdiri dari Nama _Dosen , tempat , Waktu , Semester , SKS, Nama _Matkul , dan Kode_Matkul.
B. Tuple
Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap.
Contoh :
Baris Pada Kode _Matkul yaitu : IF-110, IF-310 , KU-234 , MA- 115.
Baris pada Nama_Matkul yaitu : Struktur Data (baris ke satu ) sampai baris ke empat.
Baris pada SKS yaitu : 3 dan sampai baris ke empat .
Baris pada Semester yaitu : 1 (baris ke satu) sampai baris ke empat.
Baris pada Waktu : Senin , 08-09.40 dan Kamis 11.00- 11.50 ( baris ke satu ) sampai baris ke empat.
Baris pada Tempat yaitu : Ruang A (Baris ke satu) sampai baris keempat .
Baris pada Nama_Dosen yaitu : Dr. Umar Hakim(Baris ke satu sampai baris ke empat) .

C. Domain
Domain adalah kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
Contoh 1 ( satu ) domain Kode_Matkul adalah yang terdiri dari IF-110, IF-310 , KU-234 , MA- 115.
Domain Nama_Matkul adalah yang terdiri dari Struktur Data , Basis Data , Bahasa Indonesia , Matematika.
Domain SKS adalah yang terdiri dari 3, 4, 2, 3 .
Domain Waktu adalah yang terdiri dari 08-09.40 dan Kamis 11.00- 11.50 , Selasa , 10.00- 11.40 dan Jum’at 08.00-09.40 , Rabu, 09.00-10.50 , Dan terakhir Rabu, 13.00- 14.40 dan Jum’at , 14.00-14.50 .
Domain Tempat yaitu yang terdiri dari Ruang A, Ruang B , Ruang A, dan Ruang C .
Domain Nama_Dosen yautu yang terdiri dari Dr. Umar Hakim(Baris ke satu sampai seterusnya) , Dr. Umar Hakim , Dewi Sundari , Ma. Dan Ir. Taufik Ismail .

D. Derajat
Derajat adalah jumlah atribut dalam sebuah relasi .
Contoh jumlah Derajat dari table diatas adalah sebanyak 7 ( tujuh) atribut . Yang terdiri dari Kode_Matkul, Nama_MatKul, SKS, Semester, Waktu , Tempat , dan Nama_ Dosen.



E. Cardinality
Cardinality adalah Jumlah tupel dalam sebuah relasi .
Contoh Cardinality dari tabel diatas adalah berjumlah 28 tupel .
F. Super Key
Super Key adalah satu atribut / kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah tuple di dalam relasi .
Contoh :
Super Key dari tabel di atas adalah misalnya Kode _Matkul Super Key nya adalah IF-110, IF 310 , KU-234, dan seterusnya.
Super Key Nama_Matkul yaitu Strukutur Data, Basis Data, dan seterusnya .
Super Key dari Semester yaitu 1, 3, 2, dan seterusnya .
Super Key dari Waktu yaitu 08-09.40 dan Kamis 11.00- 11.50 dan sterusnya.
Super Key dari Nama_ Dosen yaitu DR. Umar Hakim , Dewi Sundari , MA dan seterusnya .

G. Primary Key
Primary Key merupakan satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik, tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.
Primary Key dari tabel diatas yaitu Kode _Matkul .

Jumat, 21 Oktober 2011

Tugas Softtskill "Pengantar Basis Data "

Nama : ARI WAHYU LEKSONO
Kelas : 2DA02
NPM : 41210026


1. Definisi dari Basis Data
Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.
Jadi yang dimaksud dengan Basis Data adalah sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan para pemakai di dalam suatu organisasi. Contohnya penggunaan DBMS (Database Management System) dalam sebuah perusahaan .
Dan DBMS itu adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan ke basis data . Atau dengan kata lain adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data.
2. Komponen – komponen pembentuk Basis Data :
1. Perangkat Keras (Hardware) : Komputer, memori, storage (Harddisk), peripheral, dan lain lain.
2. Sistem Operasi (Operating System) : Program yang menjalankan sistem komputer, mengendalikan resource komputer dan melakukan berbagai operasi dasar sistem komputer. (windows,macintosh,linux, vista starter, dan lain lain).
3. Basis Data (Database) : Menyimpan berbagai obyek database (struktur tabel, indeks,dll). DBMS (Database Management System) : Perangkat lunak yang memaintain data dalam jumlah besar.
4. Pemakai (User) : Para pemakai database seperti brainware atau sebuah otak yang menjalankan komputer.
5. Aplikasi (perangkat lunak) lain: Program lain dalam DBMS.
Tujuan dan Manfaat Basis Data :
Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999). Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
Kecepatan dan kemudahan (Speed )
Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.
Efisien ruang penyimpanan (Space )
Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean .
Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
Keamanan (Security)
Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.
Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.
Dapat diterapkan standarisasi (standardization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.
Kelemahan Sistem Basis Data adalah :
• Memerlukan tenaga spesialIS
• Kompleks
• Memerlukan tempat yang besar
• Mahal
3. Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis :
• Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
• Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan
• Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni
• Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan
• Pabrik : Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen
• Kepegawaian: Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
• Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa
Contoh dari perusahaan Telekomunikasi yaitu :

Perusahaan besar seperti telekomunikasian provider pun telah menggunakan basis data untuk melakuan pengisian pulsa, menginputan menomoran costumer dan lain sebagainya. perusahaan telekomunikasi provider menggunakan basis data dikarenakan semakin pesatnya aspek dalam telekomunikasi sehingga pencatatan atau pun penggolongan data tidak dapat diselesaikan oleh sistem data manual. oleh sebab itu perusahaan ini beralih menjadi menggunakan basis data. Selain itu basis data pun memiliki keamanan akses di dalam komponennya, sehingga perusahaan pun dapat lebih merasa aman bila memakai basis data dibandingkan dengan sistem data manual. Softrware yang digunakan oleh basis data ini adalah DBMS dan bahasa yang digunakan adalah data sub langue. berikut ini adalah cara kerja perusahaan provider menggunakan basis data, Karena dengan menggunakan basis data perusahaan dapat bekerja lebih efektif dan efisien. Tingkat keamanan yang mendukung dari basis data pun menjadi prioritas mengapa perusahaan telekomunikasi ini menggunakan basis data. Dan apabila basis data mengalami kegagalan sistem, sistem basis data ini akan mengembalikan data semula ke basis data. perusahaan pun tidak perlu repot memikirkan akan hal ini. Sehingga perusahaan akan merasa aman dan nyaman karena menggunakan basis data.
sumber:
Dikutip dari berbagai sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data dan www.google.com
http://blog.re.or.id/komponen-dbms.html

Senin, 09 Mei 2011

Kewarganegaraan Indonesia

Nama : Ari Wahyu Leksono
Kelas : 1DA01
NPM : 41210026
Tulisan : Soft Skill “ Pendidikan Kewarganegaraan ”
Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.
Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan (bahasa Inggris: citizenship). Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.
Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (bahasa Inggris: nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.
Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan (bahasa Inggris: Civics) yang diberikan di sekolah-sekolah.

Kewarganegaraan Indonesia
Kewarganegaraan Republik Indonesia
Sampul buku Praktik Belajar Kewarganegaraan diterbitkan oleh Center for Civic Education bekerja sama dengan Depdiknas
Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional.
Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah
1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
4. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
5. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
6. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
7. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
8. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
10. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
11. anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
12. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.
Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi
1. anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
2. anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
3. anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
4. anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.
Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:
1. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
2. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia
Di samping perolehan status kewarganegaraan seperti tersebut di atas, dimungkinkan pula perolehan kewarganegaraan Republik Indonesia melalui proses pewarganegaraan. Warga negara asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia dan telah tinggal di wilayah negara Republik Indonesia sedikitnya lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut dapat menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan pejabat yang berwenang, asalkan tidak mengakibatkan kewarganegaraan ganda.
Sumber dari: www.google.com dan pemikiran sendiri

Minggu, 06 Maret 2011

Politik Era Reformasi

Nama : Ari wahyu Leksono
Kelas : 1DA01
NPM : 41210026
Tugas : Soft Skill “Pendidikan Kewarganegaraan”
Politik Era Reformasi
Era Pasca Soeharto atau Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie.

Latar belakang

Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengangkatan Habibie sebagai Presiden

Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang.
Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.
Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat pelanggaran HAM tak bisa
dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan, sejumlah perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.
Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap. Kejadian penting dalam masa pemerintahan Habibie adalah keputusannya untuk mengizinkan Timor Timur untuk mengadakan referendum yang berakhir dengan berpisahnya wilayah tersebut dari Indonesia pada Oktober 1999. Keputusan tersebut terbukti tidak populer di mata masyarakat sehingga hingga kini pun masa pemerintahan Habibie sering dianggap sebagai salah satu masa kelam dalam sejarah Indonesia.
Kekurangan atau dampak negatif di era reformasi :
A. Semaraknya korupsi, kolusi, nepotisme
B. Pembangunan Indonesia yang tidak merata dan timbulnya kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah, sebagian disebabkan karena kekayaan daerah sebagian besar disedot ke pusat
C. Munculnya rasa ketidakpuasan di sejumlah daerah karena kesenjangan pembangunan, terutama di Aceh dan Papua
D. Kecemburuan antara penduduk setempat dengan para transmigran yang memperoleh tunjangan pemerintah yang cukup besar pada tahun-tahun pertamanya
E. Bertambahnya kesenjangan sosial (perbedaan pendapatan yang tidak merata bagi si kaya dan si miskin)
F. Pelanggaran HAM kepada masyarakat non pribumi (terutama masyarakat Tionghoa)
G. Kritik dibungkam dan oposisi diharamkan
H. Kebebasan pers sangat terbatas, diwarnai oleh banyak koran dan majalah yang dibredel
I. Penggunaan kekerasan untuk menciptakan keamanan, antara lain dengan program "Penembakan Misterius"
J. Tidak ada rencana suksesi (penurunan kekuasaan ke pemerintah/presiden selanjutnya)
K. Menurunnya kualitas birokrasi Indonesia yang terjangkit penyakit Asal Bapak Senang, hal ini kesalahan paling fatal Orde Baru karena tanpa birokrasi yang efektif negara pasti hancur.
L. Menurunnya kualitas tentara karena level elit terlalu sibuk berpolitik sehingga kurang memperhatikan kesejahteraan anak buah.
Kelebihan atau dampak positif di era reformasi :
A. Perkembangan GDP per kapita Indonesia yang pada tahun 1968 hanya AS$70 dan pada 1996 telah mencapai lebih dari AS$1.000
B. Sukses transmigrasi
C. Sukses KB
D. Sukses memerangi buta huruf
E. Sukses swasembada pangan
F. Pengangguran minimum
G. Sukses REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun)
H. Sukses Gerakan Wajib Belajar
I. Sukses Gerakan Nasional Orang-Tua Asuh
J. Sukses keamanan dalam negeri
K. Investor asing mau menanamkan modal di Indonesia
L. Sukses menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta produk dalam negeri

Sabtu, 26 Februari 2011

Tugas Kelompok " Soft Skill Pendidikan Kewarganegaraan"

Nama : Ari Wahyu Leksono
Kelas : 1DA01
NPM : 41210026
Tugas : Soft Skill “ Pendidikan Kewarganegaraan ”

PENGARUH ASPEK IDEOLOGI
Sumber dari : www. community.gunadarma.ac.id dan www.google.com
Ideologi adalah suatu sistem nilai yang merupakan kebulatan ajaran yang memberikan motivasi.
Dalam Ideologi terkandung konsep dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan oleh bangsa. Keampuhan ideologi tergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia. Suatu ideologi bersumber dari suatu aliran pikiran/falsafah dan merupakan pelaksanaan dari sistem falsafah itu sendiri.
1. IDEOLOGI DUNIA
1. Liberalisme(Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial). Liberalisme bertitik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa terkecuali atas persetujuan dari yang bersangkutan. Paham liberalisme mempunyai nilai-nilai dasar (intrinsik) yaitu kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak. Tokoh: Thomas Hobbes, John Locke, J.J. Rousseau, Herbert Spencer, Harold J. Laski.
2. Komunisme (ClassTheory)
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain.
Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan / mempertahankannya, komunisme, akan:
1. Menciptakan situasi konflik untuk mengadu golongan-golongan tertentu serta menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
2. Atheis, agama adalah racun bagi kehidupan masyarakat.
3. Mengkomuniskan dunia, masyarakat tanpa nasionalisme.
4. Menginginkan masyarakat tanpa kelas, hidup aman, tanpa pertentangan, perombakan masyarakat dengan revolusi.
3. PahamAgama
Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia.
2. IDEOLOGI PANCASILA
Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
Ketahanan ideologi diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan ideologi bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan yang dari luar/dalam, langsung/tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.
Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut.
Untuk memperkuat ketahanan ideologi perlu langkah pembinaan sebagai berikut:
o Pengamalan Pancasila secara obyektif dan subyektif.
o Pancasila sebagai ideologi terbuka perlu direlevansikan dan diaktualisasikan agar mampu membimbing dan mengarahkan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.
o Bhineka Tunggal Ika dan Wasantara terus dikembangkan dan ditanamkan dalam masyarakat yang majemuk sebagai upaya untuk menjaga persatuan bangsa dan kesatuan wilayah.
o Contoh para pemimpin penyelenggara negara dan pemimpin tokoh masyarakat merupakan hal yang sangat mendasar.
o Pembangunan seimbang antara fisik material dan mental spiritual untuk menghindari tumbuhnya materialisme dan sekularisme
o Pendidikan moral Pancasila ditanamkan pada anak didik dengan cara mengintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain.

1.PENGARUH ASPEK POLITIK
Politik berasal dari kata politics dan atau policy yang berarti kekuasaan (pemerintahan) atau kebijaksanaan. Politik di Indonesia:
1. Dalam Negeri
Adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem yang unsur-unsurnya :
1. Struktur Politik
Wadah penyaluran pengambilan keputusan untuk kepentingan masyarakat dan sekaligus wadah dalam menjaring/pengkaderan pimpinan nasional
2. Proses Politik
Rangkaian pengambilan keputusan tentang berbagai kepentingan politik maupun kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan yang akhirnya terselenggara pemilu.
3. Budaya Politik
Pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara sadar dan rasional melalui pendidikan politik dan kegiatan politik sesuai dengan disiplinnasional.
4. Komunikasi Politik
Hubungan timbal balik antar berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sumber pimpinan-pimpinan nasional
2. Luar Negeri
Salah satu sasaran pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar bangsa. Landasan Politik Luar Negeri adalah Pembukaan UUD ’45, melaksanakan ketertiban dunia, berdasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dan anti penjajahan karena tidak sesuai dengan kemanusiaan dan keadilan.
Politik Luar Negeri Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas artinya Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Sedangkan Aktif artinya Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya.
Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45.
Ketahanan pada aspek politik dalam negeri adalah sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat
Ketahanan pada aspek politik luar negeri adalah meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan.

2. PENGARUH ASPEK EKONOMI
Perekonomian :
• Aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat meliputi: produksi, distribusi, dan konsumsi barang-barang jasa
• Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok, serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan.
Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang bersangkutan. Sistem perekonomian liberal dengan orientasi pasar secara murni akan sangat peka terhadap pengaruh-pengaruh dari luar, sebaliknya sistem perekonomian sosialis dengan sifat perencanaan dan pengendalian oleh pemerintah kurang peka terhadap pengaruh-pengaruh dari luar.
Perekonomian Indonesia dalam Pasal 33 UUD ‘45
Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa. Dalam perekonomian Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta. Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem perekonomian kerakyatan.
Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemampuan rakyat.
Untuk mencapai tingkat ketahanan ekonomi perlu pertahanan terhadap berbagai hal yang menunjang, antara lain:
1. Sistem ekonomi Indonesia harus mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata.
2. Ekonomi Kerakyatan Menghindari :
1. Sistem free fight liberalism adalah menguntungkan pelaku ekonomi yang kuat.
2. Sistem Etastisme adalah mematikan potensi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
3. Monopoli adalah merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita
keadilan social.
3. Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang antara sektor pertanian, perindustrian dan jasa.
4. Pembangunan ekonomi dilaksanakan sebagai usaha bersama dibawah pengawasan anggota masyarakat memotivasi dan mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
5. Pemerataan pembangunan.
6. Kemampuan bersaing.
3.PENGARUH ASPEK SOSIAL BUDAYA
Sosial adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan, solidaritas yang merupakan unsur pemersatu
Budaya adalah sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan.
Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam, lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah.
Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing.
Kebudayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya.
Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar sebagai berikut:
o Religius
o Kekeluargaan
o Hidup seba selaras
o Kerakyatan
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

4. PENGARUH ASPEK HANKAM
Pertahanan Keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya upaya seluruh rakyat Indonesia sebagai satu sistem ketahanan keamanan negara dalam mempertahankan dan mengamankan negara demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan negara RI.
Pertahanan keamanan negara RI dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan, menggerakkan seluruh potensi nasional termasuk kekuatan masyarakat diseluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Penyelenggaraan ketahanan dan keamanan secara nasional merupakan salah satu fungi utama dari pemerintahan dan negara RI dengan TNI dan Polri sebagai intinya, guna menciptakan keamanan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional Indonesia.
Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.
Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup:
o Struktur kekuatan
o Tingkat kemampuan
o Gelar kekuatan
Untuk membangun postur kekuatan pertahanan keamanan melalui empat pendekatan:
o Ancaman
o Misi
o Kewilayahan
o Politik
Pertahanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari luar dan menjadi tanggung jawab TNI. Keamanan diarahkan untuk menghadapi ancaman dari dalam negeri dan menjadi tanggung jawab Polri.
TNI dapat dilibatkan untuk ikut menangani masalah keamanan apabila diminta atau Polri sudah tidak mampu lagi karena eskalasi ancaman yang meningkat ke keadaan darurat.
Secara geografis ancaman dari luar akan menggunakan wilayah laut dan udara untuk memasuki wilayah Indonesia (initial point). Oleh karena itu pembangunan postur kekuatan pertahanan keamanan masa depan perlu diarahkan kepada pembangunan kekuatan pertahanan keamanan secara proporsional dan seimbang antara unsur-unsur utama.
Kekuatan Pertahanan Indonesia adalah AD, AL, AU, dan unsur utama Keamanan adalah Polri.
Gejolak dalam negeri harus diwaspadai karena tidak menutup kemungkinan mengundang campur tangan asing (link up) dengan alasan-alasan yaitu :
o Menegakkan HAM
o Demokrasi
o Penegakan hukum
o Lingkungan hidup
Mengingat keterbatasan yang ada, untuk mewujudkan postur kekuatan pertahanan keamanan kita mengacu pada negara-negara lain yang membangun kekuatan pertahanan keamanan melalui pendekatan misi yaitu adalah untuk melindungi diri sendiri dan tidak untuk kepentingan invasi (standing armed forces):
o Perlawanan bersenjata adalah TNI, Polri, Ratih (rakyat terlatih) sebagai fungsi perlawanan rakyat.
o Perlawanan tidak bersenjata adalah ratih sebagai fungsi dari TIBUM, KAMRA, LINMAS
o Komponen pendukung adalah sumber daya nasional sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang.

Ketahanan pada Aspek Pertahanan Keamanan yaitu :
1. Mewujudkan kesiapsiagaan dan upaya bela negara melalui penyelenggaraan SISKAMNAS (Sistem Keamanan Nasional).
2. Indonesia adalah bangsa cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan.
3. Pembangunan pertahanan keamanan ditujukan untuk menjamin perdamaian dan stabilitas keamanan.
4. Potensi nasional dan hasil-hasil pembangunan harus dilindungi.
5. Mampu membuat perlengkapan dan peralatan pertahanan keamanan.
6. Pembangunan dan penggunaan kekuatan pertahanan keamanan diselenggarakan oleh manusia-manusia yang berbudi luhur, arif, bijaksana, menghormati HAM, menghayati nilai perang dan damai.
7. TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang berpedoman pada Sapta Marga.
8. Polri sebagai kekuatan inti KAMTIBMAS berpedoman pada Tri Brata dan Catur Prasetya.
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan untama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme).